Dosen SaintekMu Jadi Pemateri Baitul Arqom di SMA Muhammadiyah 4 Depok Bahas Dakwah Gen Z di Era Digital
Depok – Dosen Universitas Saintek Muhammadiyah (SaintekMu), Raihan Febriansyah, M.Si., menjadi pemateri dalam kegiatan Baitul Arqom yang diselenggarakan oleh SMA Muhammadiyah 4 Depok pada Sabtu, 4 April 2026. Kegiatan yang merupakan materi ketiga dalam rangkaian Baitul Arqom ini berlangsung pada pukul 19.30 hingga 21.00 WIB di BBGP Jawa Barat dengan mengangkat tema “Peran Kader dan Tantangan Dakwah Generasi Z di Era Digital”. Kehadiran dosen SaintekMu dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembinaan generasi muda di tingkat sekolah.
Dalam penyampaiannya, Raihan membuka sesi dengan pertanyaan reflektif kepada para peserta mengenai durasi penggunaan telepon genggam setiap hari, aplikasi yang paling sering diakses, serta seberapa besar manfaat yang diperoleh dari penggunaan tersebut. Pertanyaan tersebut secara langsung memantik antusiasme siswa untuk terlibat aktif dalam diskusi serta mendorong mereka untuk lebih sadar terhadap pola penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi ini juga menunjukkan pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan relevan dengan karakter generasi muda.
Raihan menjelaskan bahwa generasi Z memiliki karakteristik khas sebagai digital native, dengan akses informasi yang sangat cepat serta kecenderungan lebih menyukai konten berbasis visual seperti video. Selain itu, generasi ini dikenal kreatif, ekspresif, tidak menyukai metode ceramah yang bersifat menggurui, serta cenderung menginginkan segala sesuatu secara cepat dan instan. Fenomena fear of missing out (FOMO) juga menjadi bagian dari dinamika kehidupan mereka, di samping adanya keinginan kuat untuk berkontribusi dan diakui di lingkungan sosialnya.
“Dunia saat ini berada dalam genggaman. Dari bangun tidur hingga kembali beristirahat, telepon genggam selalu menyertai aktivitas, mulai dari hiburan, pendidikan, hingga dakwah,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut membawa dampak positif sekaligus negatif yang harus disikapi secara bijak oleh generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan kontrol diri dalam memanfaatkan teknologi agar tidak terjebak pada penggunaan yang kurang bermanfaat.
Lebih lanjut, Raihan memaparkan berbagai tantangan dakwah di era digital, seperti maraknya hoaks, konten negatif, krisis adab dalam berkomunikasi, hingga kecenderungan masyarakat yang lebih tertarik pada hiburan dibandingkan konten dakwah. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya ketepatan sumber dalam mempelajari ajaran agama di tengah derasnya arus informasi di media sosial yang tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam konteks tersebut, peran kader dinilai sangat strategis dalam menghadapi tantangan zaman. Kader diharapkan mampu menjadi teladan dalam bermedia sosial, aktif menyebarkan konten positif, melawan hoaks, serta memproduksi konten dakwah yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan generasi Z. Tidak hanya itu, kader juga didorong untuk menginisiasi gerakan serta membangun komunitas dakwah digital yang mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Dalam salah satu kutipannya, Raihan menyampaikan, “Konten hari ini adalah dakwah yang menghibur atau hiburan yang berisi dakwah. Kita juga harus konsisten dalam berdakwah.” Ia kemudian mengajak peserta untuk merenungkan peran pribadi sebagai kader melalui pesan inspiratif, “HP saya adalah alat dakwah saya, media sosial saya adalah ladang pahala saya, dan saya ingin menjadi bagian dari generasi yang berdakwah, bukan hanya generasi yang terdakwahi.” Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat dalam membangun kesadaran peserta terhadap peran mereka di era digital.
Selama kegiatan berlangsung, suasana acara terpantau kondusif, interaktif, dan penuh antusiasme dari para peserta. Siswa aktif merespons pertanyaan serta menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan oleh pemateri. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi digital serta menjadikannya sebagai sarana dakwah yang positif, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat luas.