Resolusi Hijrah 1448 H: Unggul dalam Prestasi, Sinergi dalam Kebaikan, Madani dalam Kehidupan
Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Momentum hijrah mengajak setiap insan untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan transformasi diri menuju keadaan yang lebih baik. Hijrah yang dilakukan Rasulullah s.a.w dari Makkah ke Madinah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan menuju peradaban yang lebih maju, berkeadilan, dan berkeadaban.
Bagi sivitas akademika Universitas Saintek Muhammadiyah, semangat hijrah dapat dimaknai sebagai tekad untuk terus berkembang maju dan unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman. Hijrah menjadi energi perubahan yang mendorong lahirnya generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial. Di sini perubahan mindset, semangat dan tata kelola catur dharma perguruan tinggi menjadi keniscayaan.
Unggul dalam Prestasi
Di era transformasi digital dan persaingan global yang semakin ketat, prestasi menjadi salah satu indikator penting kemajuan sebuah institusi pendidikan. Namun prestasi yang dimaksud bukan hanya sebatas kemampuan akademik, melainkan juga keberhasilan dalam penelitian, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, serta pengembangan karakter, seperti mental pejuang atau pantang menyerah, mandiri serta akhlaq karimah baik kepada Tuhan, sesama manusia maupun alam sekitar.
Semangat hijrah mengajarkan bahwa kemajuan memerlukan keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Oleh karena itu, setiap mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan di Universitas Saintek Muhammadiyah perlu terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan produktivitas. Prestasi harus menjadi budaya, bukan sekedar target sesaat.
Keunggulan yang dibangun juga harus berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan, yaitu ilmu yang membawa kemaslahatan, teknologi yang memanusiakan, serta inovasi yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa. Semangat berprestasi dunia akhirat harus didasari semangat berbuat optimal, sebagaimana ungkapan “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok” (Syekh Al-Albani mengatakan kalimat ini bukan hadis, tidak ada asalnya), serta semangat berbuat ihsan sebagaimana hadis Nabi s.a.w “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
Sinergi dalam Kebaikan
Keberhasilan tidak pernah lahir dari kerja individu semata. Dalam Quran, Allah s.w.t memerintahkan umat Islam untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. Nilai ini sangat relevan dalam kehidupan kampus yang terdiri dari berbagai elemen dengan peran masing-masing.
Sinergi berarti membangun kolaborasi, memperkuat komunikasi, dan menghilangkan sekat-sekat yang menghambat kemajuan bersama. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, persyarikatan muhammadiyah, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu beriringan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang produktif dan berkemajuan.
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, kolaborasi lintas disiplin ilmu juga menjadi kebutuhan. Tantangan masa depan tidak dapat diselesaikan oleh satu orang atau satu bidang ilmu saja. Oleh karena itu, Universitas Saintek Muhammadiyah perlu terus mengembangkan budaya kerja sama yang menghasilkan solusi inovatif bagi berbagai permasalahan masyarakat. Kesan sudah sama-sama kerja sudah harus berubah menjadi kerjasama.
Sinergi dalam kebaikan juga berarti menumbuhkan budaya saling mendukung, menghargai perbedaan, dan memperkuat semangat ukhuwah. Perbedaan tidak dapat dihindari, seperti ilustrasi dua orang saling berhadapan memandang lantai di depannya terdapat angka, yang satu menyebut angka “6” sementara lawannya menyebut angka “9”. Keduanya benar, namun berbeda sudut pandang. Hindari permusuhan yang mengakibatkan hilangnya keberkahan kampus. Nabi s.a.w memberi batasan tidak lebih dari tiga hari untuk tidak saling menyapa. Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi rumah besar yang menghadirkan kenyamanan dan kebermanfaatan bagi semua.
Madani dalam Kehidupan
Tujuan akhir dari pendidikan bukan sekedar menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga melahirkan manusia yang mampu membangun peradaban. Dalam sejarah Islam, masyarakat Madinah yang dibangun Rasulullah SAW sering dipandang sebagai cerminan masyarakat Madani, yaitu masyarakat yang berkeadaban, menjunjung tinggi nilai moral, menghargai keberagaman, serta menegakkan keadilan dan kemaslahatan.
Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah/ Aisyiyah (PTMA) yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, Universitas Saintek Muhammadiyah mempunyai tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat madani melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan al-Islam Kemuhammadiyahan. Kampus harus menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.
Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, transformasi digital, dan revolusi industri, harus diarahkan untuk memperkuat kualitas kehidupan manusia. Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yang berilmu, berakhlak, sejahtera, dan berkeadilan. Dalam Quran disebut sebagai “Baldathun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur” (negara adil, makmur, sejahtera yang diridlai Allah s.w.t).
Menjadikan Hijrah sebagai Gerakan Perubahan
Momentum Tahun Baru Islam 1448 H hendaknya tidak berhenti pada seremonial semata. Hijrah perlu diwujudkan dalam langkah-langkah nyata: meningkatkan kualitas diri, prestasi istitusi dengan karya-karya nyata, serta memperkuat prestasi budaya, membangun kolaborasi yang produktif, dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
Mari menjadikan tahun baru ini sebagai titik awal untuk melahirkan energi baru dalam berkarya dan berkontribusi. Dengan semangat “Unggul dalam Prestasi, Sinergi dalam Kebaikan, Madani dalam Kehidupan” , Universitas Saintek Muhammadiyah berkomitmen menjadi kampus yang menghasilkan insan berilmu, berakhlak, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Semoga semangat hijrah mengantarkan kita menjadi pribadi, institusi, dan masyarakat yang semakin berkemajuan, berkeadaban, dan diridai Allah s.w.t
Jakarta, 1 Muharram 1448 H/ 16 Juni 2026 M
FRCH