Mahasiswa Fakombis SaintekMu Gelar COMMBIZZ FESTIVAL 2026
Jakarta, 15 Agustus 2026 — Mahasiswa semester 4 Fakultas Komunikasi dan Bisnis (Fakombis) Universitas Saintek Muhammadiyah (SaintekMu) sukses menggelar COMMBIZZ FESTIVAL 2026 pada Jumat, 14 Agustus 2026 di lingkungan kampus Universitas Saintek Muhammadiyah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu perkuliahan sekaligus menghadirkan ruang kreativitas, kompetisi, kolaborasi, dan hiburan bagi generasi muda.
COMMBIZZ FESTIVAL 2026 diselenggarakan oleh mahasiswa dari tiga program studi di lingkungan Fakombis SaintekMu, yaitu Sains Komunikasi, Kewirausahaan, serta Film & TV. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 12 perguruan tinggi serta 9 SMA/MA/SMK dari 8 Provinsi di Indonesia.
Beragam kompetisi dihadirkan dalam festival ini, mulai dari Public Relations (PR) Campaign, Short Movie, Proposal Bisnis, hingga lomba tradisional. Berbagai kategori tersebut memberikan ruang kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas audiovisual, inovasi bisnis, sekaligus membangun semangat kebersamaan.
Selain rangkaian kompetisi, suasana COMMBIZZ FESTIVAL 2026 semakin meriah dengan penampilan sejumlah band, yaitu Inti Sore, Perompak Lautan Bebas, dan Jagger. Penampilan musik tersebut menjadi bagian dari rangkaian hiburan yang melengkapi kemeriahan festival.
COMMBIZZ FESTIVAL 2026 juga dihadiri oleh Chiko Hakim, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta. Kehadirannya turut memberikan warna dalam kegiatan yang mempertemukan mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi tersebut.
Dekan Fakultas Komunikasi dan Bisnis SaintekMu, Muhammad Raihan Febriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran mahasiswa, khususnya melalui mata kuliah Event Management.
“COMMBIZZ FESTIVAL menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pembelajaran Event Management secara langsung. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga belajar bagaimana merancang, mengoordinasikan, menjalankan, hingga mengevaluasi sebuah kegiatan” ujarnya.
Menurut Raihan, pengalaman terjun langsung dalam penyelenggaraan event menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Mahasiswa dituntut untuk mampu bekerja sama, berkomunikasi, mengelola waktu, serta menghadapi berbagai dinamika yang muncul selama proses persiapan hingga pelaksanaan acara.
Sementara itu, Anggun Viniza Videska selaku dosen pengampu mata kuliah Event Management semester 4 mengatakan bahwa COMMBIZZ FESTIVAL menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan melalui pengalaman langsung di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa penyelenggaraan event bukan hanya tentang bagaimana sebuah acara berjalan, tetapi juga bagaimana mereka mampu merencanakan, berkomunikasi, bekerja dalam tim, menghadapi tantangan, dan bertanggung jawab terhadap setiap prosesnya. Pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dari pembelajaran agar mahasiswa siap menghadapi dunia profesional” ujarnya.
Sementara itu, Maulana Zidan selaku Ketua Pelaksana COMMBIZZ FESTIVAL 2026 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi seluruh panitia dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.
“Kami ingin COMMBIZZ FESTIVAL menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Bagi kami sebagai panitia, kegiatan ini juga menjadi proses belajar untuk mengelola event secara langsung, bekerja sama dalam tim, dan menyelesaikan berbagai tantangan selama persiapan hingga pelaksanaan” ungkap Zidan.
Tidak hanya berorientasi pada kompetisi, COMMBIZZ FESTIVAL 2026 juga menjadi ruang pertemuan dan interaksi antara mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi. Perpaduan kompetisi kreatif, kewirausahaan, perfilman, kehumasan, permainan tradisional, serta pertunjukan musik menjadikan festival ini sebagai wadah yang mempertemukan berbagai potensi dan kreativitas generasi muda.
Melalui COMMBIZZ FESTIVAL 2026, mahasiswa Fakombis SaintekMu diharapkan memperoleh pengalaman profesional sekaligus mengembangkan kemampuan dalam mengelola kegiatan secara nyata. Festival ini juga menjadi bentuk implementasi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk berkreasi, berkompetisi, berkolaborasi, dan menghasilkan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.