Mahasiswa SaintekMu Gelar Aksi Demonstrasi, Suarakan Empat Tuntutan kepada Pemerintah
Jakarta – Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) dan BEM Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FAKOMBIS) Universitas Saintek Muhammadiyah (SaintekMu) menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi demi kepentingan masyarakat luas.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah, yaitu:
Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih hingga dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
Menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang dinilai berpotensi memperluas kewenangan aparat tanpa mekanisme pengawasan yang memadai.
Mendesak pemerintah untuk lebih terbuka terhadap kritik publik serta bertanggung jawab atas berbagai kebijakan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Aksi berlangsung dengan tertib dan damai. Massa mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui orasi, pembentangan spanduk, serta pembacaan pernyataan sikap. Suasana aksi berlangsung dinamis dengan semangat mahasiswa yang menyuarakan berbagai isu kebangsaan dan kepentingan rakyat.
Salah satu perwakilan mahasiswa yang menyampaikan orasi dari mobil komando menegaskan pentingnya menjaga ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Jika satu suara dibungkam, maka akan ada seribu suara yang melawan. Kritik yang kami sampaikan bukanlah bentuk kebencian, melainkan wujud kepedulian terhadap masa depan bangsa. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan aspirasi dan mengingatkan ketika terdapat kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat.”
Mahasiswa menilai bahwa kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dari proses demokrasi yang sehat. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih luas serta melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik.
Melalui aksi ini, mahasiswa berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang berlaku, sehingga mampu menghadirkan program yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap hadir sebagai pengingat bagi para pemangku kebijakan agar setiap keputusan yang diambil senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat dan nilai-nilai demokrasi.
“Kami hadir membawa aspirasi masyarakat. Harapannya, pemerintah dapat mendengar dan membuka ruang dialog yang lebih luas sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Aksi kemudian ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk terus mengawal jalannya pemerintahan secara kritis, demokratis, dan konstitusional.
“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Lawan Ketidakadilan!”