Lewati ke Konten Utama
Seminar CONNECT: Bekali 55 Santri Pesantren Baitul Qur’an Depok dengan Semangat Wirausaha Berlandaskan Akhlak dan Teknologi

Seminar CONNECT: Bekali 55 Santri Pesantren Baitul Qur’an Depok dengan Semangat Wirausaha Berlandaskan Akhlak dan Teknologi

TIM PMB
Penulis
TIM PMB
Kategori
Agenda Kegiatan
Tanggal
24 Mei 2026
Dilihat
56 Views

DEPOK, 24 Mei 2026 – Mengusung tema "Santri Berwirausaha dan Melek Teknologi," Seminar CONNECT (Communication, Networking, Empowerment, Thoughtfulness) sukses diselenggarakan pada 23 Mei 2026 di Pesantren Baitul Qur’an Depok. Kegiatan yang berfokus pada edukasi kewirausahaan untuk para santri di era digital ini berhasil melampaui target awal 40–50 orang, dengan total kehadiran mencapai 55 peserta yang menunjukkan respons antusias.1000722694

Menghadirkan Muhammad Ridho Pratama sebagai narasumber, kegiatan ini menyoroti pentingnya menanamkan akhlak dalam setiap praktik bisnis.

"Fondasi sejati seorang pengusaha adalah perilaku baik, jujur, dan berakhlak," jelas Muhammad Ridho Pratama dalam pemaparannya.

Nilai tersebut dirangkum kuat dalam prinsip yang beliau sampaikan, yakni "Akhlak sebagai fondasi, bisnis sebagai kontribusi". Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa pengusaha harus tetap menuntut ilmu agama serta bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Seorang pengusaha harus tetap menuntut ilmu agama, menjaga kedekatan dengan Tuhan, dan memiliki semangat pantang menyerah. Pengusaha muda yang berakhlak idealnya memiliki sifat kreatif, inovatif, berintegritas, mandiri finansial, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas," papar Ridho.

Ridho juga menambahkan bahwa guna menunjang karakter tersebut, santri didorong untuk menguasai berbagai soft skill esensial di era modern.

"Untuk itu, kemampuan public speaking, teamwork, manajemen waktu, problem solving, adaptabilitas, hingga kreativitas sangat penting untuk dikuasai," pungkas Ridho.

Seminar CONNECT yang merupakan bagian dari tugas mata kuliah ini secara khusus menitikberatkan fokus pada pembentukan mindset wirausaha santri, dengan mengintegrasikan konsep kewirausahaan, teknologi, dan nilai akhlak. Meskipun acara ini tidak menghasilkan output produk yang konkret, keberhasilan tujuan kegiatan dibuktikan melalui diskusi yang berlangsung secara aktif dan interaktif di sepanjang sesi pemaparan materi.