Dosen SaintekMu Ikuti Australia Awards Short Course: Pelajari Cara Melawan Mis dan Disinformasi
Jakarta - Muhammad Raihan Febriansyah, dosen Fakultas Komunikasi dan Bisnis Universitas Saintek Muhammadiyah (Fakombis SaintekMu) menjadi satu dari 25 peserta Australia Awards Short Course bertema “The Challenge of Mis and Disinformation: Fostering Information Integrity and Media Literacy in the Digital Age” di Brisbane dan Sydney, Australia, yang berlangsung selama dua pekan dari 9 hingga 23 Mei 2026.
Dalam kursus singkat tersebut, Raihan mendapatkan banyak ilmu dan pelajaran baru terkait bagaimana menghadapi tantangan derasnya arus informasi di era digital, yang tak jarang mengakibatkan munculnya mis dan disinformasi di berbagai sektor.
Pada pekan pertama, kursus singkat bertempat di The University of Queensland (UQ), Brisbane di Queensland. Kursus ini dipimpin langsung oleh Course Leader, Dr Anne Kruger dan Dr Angela Romano, serta Course Coordinator Eliana Borbano dari UQ International Development. Sedangkan pada pekan kedua, lokasi kursus bergeser ke Doltone House di Sydney, New South Wales.
Berbagai materi dibawakan para akademisi. Misal terkait penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk melawan mis dan disinformasi oleh Gianluca Dimartini profesor sains data UQ, the futures of truth oleh Skye Doherty dosen senior di the School of Communication and Arts UQ, Indigenous strategies to tackling mis disinformation oleh Richard Murray, Policy and Practical Responses in Using AI to Fight Mis/Disinformation oleh Tim Koskie peneliti University of Sydney, the outcomes innovative AI systems oleh Dr Noor Bari peneliti University of New South Wales, dan para pakar lain.
Para praktisi industri dan unsur pemerintahan turut memberikan wawasan praktisnya, di antaranya Jason Grant Adobe Senior Solutions Consultant, Michael Lynch First Assistant Commissioner Australian Electoral Commission (AEC), Jenny Duxbury dari Digital Industry Group Inc (DIGI), Rochelle Zurnamer dari Australian Communications and Media Authority (ACMA), Joseph Milton dari The Australian Science Media Centre (ASMC), dan Siaan Ansori dari The Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).
Selain menerima materi dari akademisi dan praktisi, peserta kursus singkat juga berkunjung langsung ke beberapa lokasi penting seperti Brisbane City Council, Meta Australia New Zealand & Pacific Islands, serta Australian Broadcasting Corporation (ABC). Para peserta juga dijamu dalam Industry Insights Dinner dan mendengarkan paparan dari Kerrie Wilson profesor sekaligus Queensland Chief Scientist, Craig McCosker dan Laura Gartry dari kantor berita ABC.
Kursus ini banyak diikuti oleh jurnalis senior dari berbagai media ternama seperti Kompas, CNN Indonesia, Antara, dan lainnya. Rekan-rekan dari pemerintahan seperti Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga hadir. Selain jurnalis dan pemerintahan, para aktivis organisasi kemasyarakatan maupun lembaga negara seperti Perludem, Remotivi, KPU, Bawaslu, dan lainnya turut menjadi peserta.
Sepulangnya dari Australia, Dekan Fakultas Komunikasi dan Bisnis (Fakombis) ini akan menjalankan Project Awardnya bertajuk “Tabayyun Digital” sebuah pendekatan pendidikan literasi media antar generasi yang akan bekerjasama dengan berbagai pihak.
Raihan menyampaikan rasa syukurnya dapat terpilih dalam kursus singkat ini. “Saya bersyukur mendapat kesempatan belajar selama 2 pekan di Australia. Apa yang didapatkan sungguh bermanfaat untuk dapat diterapkan di Indonesia, khususnya sesuai kapasitas sebagai dosen dan dekan di Universitas Saintek Muhammadiyah”. (mrf)
Raihan dan peserta Australia Awards Short Course berfoto bersama di The University of Queensland, Mei 202
Kunjungan ke kantor Australian Broadcasting Corporation (ABC)
Kunjungan ke kantor Meta Australia, New Zealand, and Pacific Islands
Industry Insights Dinner. Bersama Dr Anne Kruger dari The University of Queensland (UQ)
Farewell Dinner. Bersama Vincent dari University of Queensland International Development (UQID), Siaan Ansori dari Australia Department of Foreign Affairs Trade (DFAT), dan Isabelle Rodd dari BBC News.
Mewakili delegasi memberikan cinderamata kepada Annabel Astbury, Head of Education Australian Broadcasting Corporation (ABC)
Berdiskusi dengan Course Leader Dr Anne Kruger dan Dr Angela Romano terkait Award Project