Lewati ke Konten Utama
RSIJ Group Gelar Kajian Selasa Pagi, Bahas Adaptasi Manusia di Era AI

RSIJ Group Gelar Kajian Selasa Pagi, Bahas Adaptasi Manusia di Era AI

TIM PMB
Penulis
TIM PMB
Kategori
Agenda Kegiatan
Tanggal
13 Oktober 2026
Dilihat
11 Views

Jakarta, 13 Oktober 2026 — Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Group menggelar Kajian Selasa Pagi bertema “Modern: Adaptif di Era Artificial Intelligence” pada Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Faiz Rafdhi, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.

Kajian tersebut membahas perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta teknologi blockchain, khususnya dalam kehidupan modern dan pelayanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya beradaptasi dengan kemajuan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sebagai manusia.

Dalam pemaparannya, Dr. Faiz menjelaskan bahwa perkembangan AI dan blockchain telah menjadi bagian dari realitas kehidupan saat ini. Oleh karena itu, masyarakat, termasuk insan kesehatan, perlu memiliki keterbukaan untuk terus belajar dan memahami cara memanfaatkan teknologi secara tepat.

“Tantangan terbesar kita saat ini bukan sekadar menguasai teknologi, tetapi bagaimana memahami manfaat, risiko, dan batasannya. Kita harus menjadi pelaku perubahan, bukan penonton,” ujar Dr. Faiz.

AI dan Blockchain dalam Transformasi Pelayanan Kesehatan

Salah satu pembahasan dalam kajian ini adalah potensi pemanfaatan AI dan blockchain untuk mendukung transformasi digital di bidang kesehatan. AI dapat membantu proses analisis data, mengenali pola penyakit, serta mendukung pemeriksaan citra medis. Sementara itu, blockchain berpotensi mendukung integritas dan keamanan pengelolaan data kesehatan.

Pemanfaatan kedua teknologi tersebut membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pengelolaan informasi kesehatan. Namun, penerapannya juga perlu memperhatikan perlindungan data pribadi, keamanan informasi, serta ketepatan hasil yang dihasilkan oleh sistem.

Dr. Faiz menekankan bahwa teknologi tetap berfungsi sebagai alat bantu bagi tenaga kesehatan. Penggunaan AI tidak menghilangkan kebutuhan terhadap keahlian profesional, validasi klinis, dan pertimbangan manusia dalam mengambil keputusan medis.

Dengan pemahaman tersebut, insan kesehatan diharapkan dapat memanfaatkan teknologi secara proporsional untuk mendukung pelayanan yang berkualitas, sekaligus tetap mengutamakan keselamatan dan kepentingan pasien.

Menanamkan Nilai Islam dalam Penggunaan Teknologi

Selain membahas aspek teknologi, kajian ini juga menyoroti pentingnya menjaga akhlak dan etika di tengah perkembangan AI. Dr. Faiz mengajak peserta untuk meneladani semangat belajar sepanjang hayat yang terkandung dalam perintah Iqra.

Ia menjelaskan bahwa Iqra tidak hanya berkaitan dengan membaca, tetapi juga dapat dimaknai sebagai upaya menghimpun, menelaah, dan mengkaji informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan tersebut diperlukan agar masyarakat tidak langsung menerima informasi tanpa memeriksa kebenarannya.

Prinsip amanah dan tabayyun juga menjadi bagian penting dalam penggunaan teknologi. Amanah mengajarkan tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi, sedangkan tabayyun menekankan pentingnya memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Kedua prinsip tersebut relevan untuk menghadapi tantangan era digital, termasuk penyebaran hoaks, bias informasi, dan potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan.

“Ilmu tanpa akhlak melahirkan kecerdasan yang berbahaya. Sebaliknya, teknologi tanpa nilai melahirkan kemajuan yang rapuh,” pungkas Dr. Faiz.

Mendorong Insan Kesehatan yang Adaptif

Melalui Kajian Selasa Pagi, RSIJ Group mendorong seluruh jajaran tenaga medis dan staf untuk terus meningkatkan pengetahuan serta kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi. Adaptasi terhadap perubahan zaman perlu disertai dengan sikap kritis, tanggung jawab profesional, dan komitmen terhadap nilai-nilai moral.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas pemahaman peserta mengenai peluang pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap penerapannya.

Dengan memadukan penguasaan teknologi, semangat belajar sepanjang hayat, dan nilai-nilai keislaman, insan kesehatan diharapkan mampu menghadapi era AI secara bijaksana dan bertanggung jawab demi mendukung kemajuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.