Seantero Buwana
SEANTERO BUWANA
Oleh Bambang JB
Seantero buwana adalah ungkapan tentang seluruh jagat raya, hamparan bumi, langit, dan segala kehidupan yang berada di dalamnya.
Namun, sejauh mata memandang, seluas bumi terbentang, sedalam samudra menyimpan rahasia, manusia tetaplah makhluk kecil di hadapan kebesaran Alloh SWT.
Seantero buwana bukan sekadar luasnya dunia, melainkan luasnya perjalanan manusia dalam mencari makna kehidupan.
Pengingat
Di seantero buwana manusia mencari tempat berpijak, Ada yang mengejar harta, ada yang memburu kuasa. Ada yang menembus langit dengan ilmu pengetahuan, Ada pula yang menyelami kedalaman rahasia jiwa.
Bumi begitu luas, tetapi umur manusia terbatas, Langit begitu tinggi, tetapi kesombongan harus dibatasi. Laut begitu dalam, tetapi ilmu Alloh tak terjangkau, Manusia boleh menjelajah, tetapi jangan kehilangan arah pulang.
Seantero buwana adalah hamparan tanda kebesaran-Nya, Bukan tempat manusia membanggakan dirinya. Sebab sejauh perjalanan kaki melangkah, Hati tetap membutuhkan petunjuk menuju Alloh SWT.
Surah Al-Mulk: 15
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا
Huwalladzī ja‘ala lakumul-ardha dzalūlan famsyū fī manākibihā.
Artinya: Dialah yang menjadikan bumi mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.
Surah Al-Ankabut: 20
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ
Kul sīrū fil-ardhi fanzhurū kaifa bada'al-khalq.
Artinya: Katakanlah, berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Alloh memulai penciptaan.
Rosululloh SAW bersabda
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Innallāha jamīlun yuhibbul-jamāl.
Artinya: Sesungguhnya Alloh Maha Indah dan mencintai keindahan. (HR. Muslim).
Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa perjalanan manusia tidak cukup hanya memperluas pengetahuan tentang dunia, tetapi juga harus memperbaiki keadaan hati.
Seantero buwana boleh menjadi medan penjelajahan raga, tetapi qolbu jangan kehilangan kiblatnya.
Sebab luasnya dunia tidak menjamin luasnya kesadaran, dan tingginya ilmu tidak selalu menunjukkan kedalaman iman.
Bumi untuk dijelajahi, ilmu untuk dipelajari, kehidupan untuk diabdikan, dan Alloh SWT menjadi tujuan penghambaan.