BEM SaintekMu Buka Donasi #SaveForNTT Bersama ORMAWA dan Mahasiswa
Jakarta, 21 Agustus 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Saintek Muhammadiyah (SaintekMu) membuka aksi kemanusiaan bertajuk #SaveForNTT: Open Donasi. Kegiatan ini dilaksanakan bersama organisasi mahasiswa (ORMAWA) dan mahasiswa Universitas Saintek Muhammadiyah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Penggalangan donasi dilaksanakan di Ceger, Jakarta Timur. Aksi ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan SaintekMu, di antaranya BEM SaintekMu, IMM SaintekMu, UKM SaintekMu, Futsal USM, dan SIMAPALA.
Dalam aksi penggalangan donasi tersebut, masyarakat dapat menyalurkan berbagai bentuk bantuan, seperti uang, pakaian, peralatan ibadah, perlengkapan bayi dan anak, sembako, serta obat-obatan.
Presiden BEM Universitas Saintek Muhammadiyah periode 2026–2027, Sugali, mengatakan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas mahasiswa terhadap sesama.
“Melalui gerakan #SaveForNTT, kami ingin mengajak seluruh mahasiswa, civitas akademika, dan masyarakat untuk bersama-sama mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan ini. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semoga dapat menjadi harapan dan membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ujar Sugali.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi seluruh elemen mahasiswa menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan aksi kemanusiaan tersebut.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya bergerak dalam kegiatan akademik dan organisasi, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PK IMM SaintekMu, Muhammad Fadhilurrozaq, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aksi kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial untuk hadir dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab di dalam ruang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan, sudah seharusnya kita hadir, bergerak, dan saling menguatkan,” ungkap Muhammad Fadhilurrozaq.
Menurutnya, kolaborasi antara BEM, IMM, UKM, dan organisasi mahasiswa lainnya dalam gerakan #SaveForNTT membuktikan bahwa seluruh elemen kampus dapat bersatu dalam satu tujuan, yaitu membantu sesama.
Melalui aksi #SaveForNTT, BEM SaintekMu bersama ORMAWA dan mahasiswa Universitas Saintek Muhammadiyah berharap semakin banyak pihak yang turut berpartisipasi dan menyalurkan kepedulian. Bantuan yang terkumpul diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.