Persimpangan Menuju Kemajuan
OPINI
Persimpangan Menuju Kemajuan
Oleh Bambang JB
Kemajuan tidak selalu berupa jalan lurus,
Terkadang kita berdiri di persimpangan yang membingungkan.
Ada jalan ilmu, ada jalan kekuasaan,
Ada jalan kepentingan, ada jalan pengabdian.
Di persimpangan, manusia diuji oleh pilihan,
Apakah melangkah demi kemuliaan atau sekadar keuntungan.
Bangsa membutuhkan kecerdasan, tetapi juga kebijaksanaan,
Pembangunan membutuhkan teknologi, tetapi juga kemanusiaan.
Kampus tidak cukup menjadi menara pengetahuan,
Ia harus hadir menjawab persoalan kehidupan.
Pemerintah tidak cukup menyusun perencanaan,
Ia perlu memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat.
Dunia usaha tidak cukup mengejar pertumbuhan,
Ia juga harus membuka kesempatan dan memperluas kesejahteraan.
Kemajuan sejati bukan sekadar angka statistik,
Bukan pula gedung tinggi dan teknologi canggih.
Kemajuan adalah ketika ilmu menjadi solusi,
Ketika kebijakan menghadirkan keadilan,
Dan ketika masyarakat tumbuh dengan kemandirian.
Alloh SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra'd [13]: 11)
Ayat ini mengingatkan bahwa perubahan membutuhkan ikhtiar, kesadaran, dan tanggung jawab. Kemajuan bukan hanya menunggu keadaan berubah, melainkan keberanian memperbaiki diri dan lingkungan.
Persimpangan bukan akhir perjalanan, melainkan awal penentuan arah. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan kehilangan tujuan. Kita boleh berlomba dalam kemajuan, tetapi jangan meninggalkan keadilan dan kemanusiaan.
Sebab, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa jauh kita melangkah, melainkan seberapa banyak manfaat yang kita tinggalkan.Menimbang arah, menuntun kesadaran, membangun kemajuan.