PUISI SUMPAH PEMUDA BERDARAH, BERDAGING, BERTULANG Dari USM Menyambut Sumpah Pemuda Oleh Bambang JB
PUISI SUMPAH PEMUDA
BERDARAH, BERDAGING, BERTULANG
Dari USM Menyambut Hari Sumpah Pemuda
Oleh Bambang JB
Kita bukan sekadar nama dalam sejarah,
Bukan hanya suara yang menggema sesaat,
Kita berdarah, berdaging, dan bertulang,
Terlahir sebagai insan penjaga amanat.
Darah kita merah, menyatukan perbedaan,
Daging kita menguatkan perjuangan,
Tulang kita menyangga tegaknya persatuan,
Jiwa kita berpijak pada satu tujuan.
Wahai Pemuda, pewaris bumi pertiwi,
Jangan biarkan persaudaraan terkikis iri,
Berbeda bahasa, budaya, dan tradisi,
Namun satu Indonesia di dalam sanubari.
Dari rahim sejarah kita belajar berdiri,
Dari Sumpah Pemuda kita teguhkan janji,
Satu tanah air, satu bangsa yang dicintai,
Satu bahasa persatuan yang menyatukan hati.
USM hadir menyambut semangat perjuangan,
Menyalakan ilmu, menghidupkan pengabdian,
Bukan sekadar seremonial dan peringatan,
Melainkan kerja nyata bagi masa depan.
Darah boleh mengalir, usia boleh menua,
Daging akan melemah, tulang pun tak selamanya perkasa,
Namun semangat persatuan jangan pernah sirna,
Selama Indonesia hidup dalam jiwa kita.
Wahai Pemuda, bangkitlah bersama!
Jangan hanya mewarisi kisah para pendahulu,
Jadilah pelaku sejarah dengan karya,
Menjaga Indonesia hari ini dan masa yang menunggu.
Berdarah, berdaging, bertulang kita adanya,
Namun bukan raga semata ukuran manusia,
Melainkan akal, budi, dan tanggung jawabnya,
Serta cinta kepada bangsa dan tanah air tercinta.
Selamat menyambut Sumpah Pemuda.
Dari USM, untuk Indonesia.
Berbeda dalam rupa, bersatu dalam jiwa.