Pertidaksamaan dan Persamaan
Lentera Angka
Pertidaksamaan dan Persamaan
Oleh Bambang JB
Angka 1, 2, 3, 4, 5 tersusun dalam urutan yang sama,
namun nilainya berbeda, masing-masing memiliki makna.
Dalam matematika, persamaan mencari nilai yang setara,
pertidaksamaan menunjukkan perbedaan yang nyata.
Dalam hidup pun demikian adanya,
manusia berbeda ilmu, rezeki, usia, dan karya.
Tidak semua harus sama untuk hidup berdampingan,
sebab perbedaan bukan alasan untuk merendahkan.
Alloh SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Alloh ialah orang yang paling bertakwa.”
Ayat ini mengajarkan bahwa kemuliaan manusia bukan ditentukan oleh angka harta, pangkat, atau kedudukan, melainkan oleh ketakwaannya kepada Alloh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Alloh tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim).
Imam Al-Ghazali mengajarkan pentingnya membersihkan hati dari kesombongan dan penyakit batin. Ilmu seharusnya melahirkan kerendahan hati, bukan merasa paling tinggi.
Dalam persamaan, kita belajar mencari keseimbangan;
dalam pertidaksamaan, kita belajar menerima perbedaan.
Ada yang lebih cepat, ada yang perlu waktu,
ada yang berlimpah, ada yang berjuang menata hidupnya.
Lentera Angka menerangi jalan kesadaran:
angka boleh berbeda, tetapi martabat manusia harus dihormati.
Persamaan bukan berarti semua harus seragam,
pertidaksamaan bukan berarti yang kecil boleh diinjak dan yang besar boleh pongah (sombong).
Wahai jiwa, hitunglah dirimu dengan kejujuran,
bandingkanlah dirimu dengan dirimu yang kemarin.
Jika hari ini lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih bermanfaat,
itulah kemajuan yang patut disyukuri.
Sebab pada akhirnya,
matematika mengajarkan ketepatan, kehidupan mengajarkan kebijaksanaan, dan iman mengajarkan bahwa setiap perbedaan harus dipertanggungjawabkan dengan keadilan di hadapan Alloh SWT.