PK IMM SaintekMu Gelar Madrasah Mubaligh Muda, Siapkan Kader Dakwah Berkemajuan
Jakarta, 21 Oktober 2026 — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Universitas Saintek Muhammadiyah menggelar kegiatan Madrasah Mubaligh Muda pada Rabu, 21 Oktober 2026, bertempat di Aula Universitas Saintek Muhammadiyah. Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Ilmu dan Amal: Membentuk Kader Mubaligh Berkemajuan yang Mencerahkan.”
Madrasah Mubaligh Muda merupakan salah satu program kerja Bidang Tabligh PK IMM Universitas Saintek Muhammadiyah yang berfokus pada penguatan pemahaman keislaman serta pengembangan kemampuan dakwah kader. Melalui program ini, kader diharapkan mampu menjadi mubaligh muda yang berilmu, berakhlak, dan dapat menyampaikan pesan Islam secara bijaksana sesuai dengan perkembangan zaman.
Kegiatan ini menghadirkan Ikhsan Hakim, S.Pd.I., M.S.I. sebagai pemateri. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai peran mubaligh dalam menyampaikan ajaran Islam sekaligus mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah, Dr. Faiz Rafhdi, menyampaikan bahwa pembinaan kader melalui kegiatan keislaman memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial.
“Mahasiswa tidak hanya perlu mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman agama dan akhlak. Melalui kegiatan seperti Madrasah Mubaligh Muda, diharapkan lahir kader-kader yang mampu menyampaikan dakwah dengan bijaksana, memberikan keteladanan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ketua Pelaksana, Immawati Nur Wahyu Ningsih, menjelaskan bahwa Madrasah Mubaligh Muda menjadi salah satu bentuk ikhtiar Bidang Tabligh dalam membangun kapasitas kader IMM, khususnya dalam bidang dakwah dan penyebaran nilai-nilai Islam.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kader IMM dapat meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus mengembangkan kemampuan berdakwah. Kami ingin para kader tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mampu mengamalkannya dan menjadi teladan di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujar Nur Wahyu Ningsih.
Tema “Sinergi Ilmu dan Amal” menekankan pentingnya keselarasan antara pengetahuan dan tindakan nyata dalam aktivitas dakwah. Seorang mubaligh tidak cukup hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga perlu menunjukkan keteladanan melalui perilaku, akhlak, dan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Selain memperkuat pemahaman keislaman, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kader IMM untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dalam berdakwah. Penyampaian pesan yang jelas, santun, dan sesuai dengan kondisi audiens menjadi salah satu aspek penting agar dakwah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Sebagai program Bidang Tabligh, Madrasah Mubaligh Muda juga menjadi ruang pembelajaran bagi kader untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan peran sebagai bagian dari gerakan mahasiswa Islam. Pembinaan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berdakwah yang berlandaskan ilmu, mengedepankan akhlak, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Madrasah Mubaligh Muda, PK IMM Universitas Saintek Muhammadiyah berharap dapat melahirkan kader mubaligh muda yang berkemajuan dan mencerahkan. Dengan perpaduan ilmu dan amal, para kader diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keislaman, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.