Lewati ke Konten Utama
Saintekmu Gelar Pengajian Bulanan dan Luncurkan Outlook 2026 Melalui Wajah Baru Website

Saintekmu Gelar Pengajian Bulanan dan Luncurkan Outlook 2026 Melalui Wajah Baru Website

Frandika Septa
Penulis
Frandika Septa
Kategori
Agenda Kegiatan
Tanggal
10 Januari 2026
Dilihat
49 Views

JAKARTA, 10 Januari 2026 – Universitas Saintek Muhammadiyah (Saintekmu) kembali menyelenggarakan Pengajian Hari Saintekmu pada Sabtu (10/1). Mengangkat tema "Evolusi Gaya, Revolusi Jiwa", pengajian rutin bulanan ini menghadirkan narasumber Guru Besar Universitas Saintek Muhammadiyah, Prof. Dr. Abuzar Azra.

WhatsApp Image 2026-01-09 at 20.44.51

Selain sebagai sarana pengajian, momen ini juga dimanfaatkan untuk memaparkan Outlook SaintekMu 2026 yang ditandai dengan peluncuran tampilan baru website resmi universitas di alamat saintekmu.ac.id.

thumbnails-berita (1)

Rektor Universitas Saintek Muhammadiyah, Dr. Faiz Rafdi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema pengajian bulan ini mencerminkan siklus hidup yang terus berevolusi. Semangat perubahan tersebut direpresentasikan melalui peremajaan website kampus.

"Perwajahan baru ini tidak hanya menampilkan desain yang lebih segar, tetapi juga dilengkapi berbagai fitur untuk mengakomodasi aktivitas kampus. Mulai dari sistem monitoring hingga ruang publikasi karya ilmiah dosen," ujar Faiz.

Lebih lanjut, Faiz mengingatkan seluruh sivitas akademika untuk senantiasa meluruskan niat dalam beraktivitas di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya menjadikan pekerjaan sebagai ladang ibadah.
"Aktivitas di Saintekmu adalah ibadah. Orientasinya jangan sampai hanya untuk mencari pujian, tetapi harus karena Allah agar kita tidak mudah merasa kecewa," tambahnya.

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Abuzar Azra menjelaskan perjalanan siklus hidup manusia dari perspektif Islam. Ia memaparkan empat fase utama: mati, hidup, mati, dan kembali hidup.

"Saat ini kita sedang menjalani fase kedua, yaitu kehidupan dunia setelah kematian pertama (alam ruh). Hidup sekarang ini ada batasnya dan tidak kekal. Kita akan mengalami kehidupan yang abadi di fase keempat setelah melewati kematian di fase ketiga," jelas Prof. Abuzar.

Beliau juga menekankan bahwa usia 40 tahun merupakan titik krusial bagi kematangan emosional, fisik, dan spiritual seseorang untuk mulai fokus mempersiapkan masa depan yang kekal. Mengingat dunia hanyalah persinggahan sementara, ia menyarankan generasi muda untuk mulai memperbanyak amalan praktis.

"Bagi yang masih muda, perbanyaklah ibadah seperti salat sunah, zikir, dan sedekah secara konsisten sebagai bekal masa tua," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pertama STMIK Muhammadiyah Jakarta tersebut.

Menutup tausiyahnya, Prof. Abuzar menitipkan empat pesan utama terkait siklus kehidupan: Pertama, menyadari bahwa segala sesuatu ada masanya, kedua memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya, ketiga menyesuaikan perilaku dengan pertambahan usia, dan kempat menanamkan kesadaran akan hakikat masa tua dan kepulangan kepada Sang Pencipta.

Penulis: Deni Murdiani
Editor: Frandika Septa